"Gula otomatis bisa naik diperkirakan diatas Rp 11 ribu sepanjang 2010," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia Natsir Mansyur saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (18/2/2010).
Natsir menyatakan saat ini dunia mengalami defisit pasokan gula hingga 5 juta ton maka harga gula otomatis akan naik. Namun, pemerintah baru sibuk mencari impor gula. Padahal persediaan gula dunia sudah sangat terbatas sehingga harga beli pemerintah sudah melonjak tajam.
"Lihat India, pada saat bulan Agustus dia tahu gula akan kurang, maka dia akan forward bulan Agustus. Harganya US$ 520 per ton. Indonesia pada bulan Desember, saat orang sudah ribut soal gula, baru mau akan impor 500 ribu ton. Itu bukan barang sedikit, naiklah harga gula US$ 730 per ton. Begitu dihitung importir jadi Rp 9.300 per kg," ujarnya.
Natsir mengungkapkan kelangkaan gula diperparah kondisi alam yang buruk di daerah-daerah penghasil gula, seperti Brazil. Khusus, untuk pasokan gula Indonesia diperparah dengan tidak adanya lagi rembesan pasokan gula dari Malaysia karena negara tersebut sudah menghentikan subsidi gula, sehingga harga gula di Malaysia sudah naik. Dampaknya, tidak ada lagi selundupan gula ke daerah perbatasan.
"Persoalan sekarang ini, gula di pasar internasional tidak ada barang. Brazil juga panennya terkendala masalah alam," ujarnya.
Natsir menyatakan selama ini permasalahan gula dalam negeri adalah masalah perdagangan dan distribusi. Oleh karena itu, pemerintah pusat perlu menyerahkan masalah gula ini kepada pihak daerah.
"Pemerintah tidak mengerti strategi perdagangan gula. Yang terjadi pada gula, hampir 6 tahun persoalan gula carut marut, karena mayoritas kepentingan mafia gula didominasi pemerintah. Kalau persoalan gula ini diserahkan kepada pemda, maka tidak akan ada masalah," harapnya.
(nia/dnl)











































