Menurut Mustafa, hal pertama yang harus dilakukan BUMN Migas tersebut yaitu investasi baru di sisi hulu melalui penemuan lapangan baru atau dengan akuisisi lapangan yang ada untuk meningkatkan target produksi.
"Hulu ini penting karena pasokan crude (minyak mentah) merupakan tulang punggung di sektor migas," kata Mustafa dalam sambutannya pada acara pelantikan jajaran direksi Pertamina yang baru, di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira No.10, Jakarta, Jumat (19/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tidak hanya hulu, tapi hilir juga harus dikembangkan juga karena menyentuh hajat hidup masyarakat banyak sebagai end usser dan ini sangat berpengaruh terhadap citra Pertamina di mata masyarakat," paparnya.
Mustafa berharap di bawah kepemimpinan Karen sebagai Dirut Pertamina, jajaran direksi Pertamina yang baru dapat bekerja solid dan kompak dengan menjaga asas kehati-hatian.
"Lingkungan sudah berubah, tuntutan dunia usaha dan masyarakat meningkat dan dinamis sehingga diperlukan sikap profesionalisme, dan tidak berpuas diri. Kami dukung Pertamina untuk mencapai visi dan misi perusahaan serta jadi kebanggan indonesia di mata dunia internasional," ungkapnya. (epi/dnl)











































