Hoedemaekers, warga setempat, menjawab detikfinance menyampaikan hal itu di sela-sela kuis mengenai Indonesia berhadiah cenderamata.
"Kami senang sekali Indonesia hadir di Wallonia. Keunggulan Indonesia karena keindahan seni budayanya dan keramahannya menonjol. Kami sudah dua kali berwisata ke Sumatera, Jawa, dan Bali, sementara anak kami enam kali," kata Hoedemaekers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ini juga petugas marketing terdepan, yang terus-menerus berusaha mempromosikan dan meningkatkan penjualan produk nasional untuk kepentingan bangsa," terang Dubes RI Brussel Nadjib Riphat Kesoema, Kamis (18/2/2010).
Menurut Nadjib, partisipasi Indonesia di Charleroi Expo 2010 (16-21/2/2010) tersebut juga sebagai bagian dari permanent showcase (menunjukkan secara permanen sesuatu yang baik, red) Indonesia di Belgia, khususnya di wilayah berbahasa Prancis, sekaligus mendukung upaya Depbudpar meningkatkan wisatawan asing ke tanah air.
Stan Indonesia di tata apik mengandalkan dominansi budaya Bali sebagai ikon utama, dengan latarbelakang gapura khas Pulau Dewata dan Garuda Wisnu. Stan dibuka dengan Tari Pendet, Tari Belibis dan Tari Rantak, dibawakan oleh anak-anak asuhan KBRI Brussel.
Bali dipilih sebagai ikon utama promosi untuk menarik destinasi lain di Indonesia, menurut Koordinator Fungsi Pensosbud/Diplik PLE Priatna karena branding Bali sudah sangat kuat di Eropa, tak terkecuali Belgia.
"Kepopuleran Bali sudah kuat sejak zaman pelukis legendaris Le Mayeur, yang akhirnya jatuh cinta pada Ni Pollok dan menetap di Bali," papar Priatna, seraya menambahkan bahwa pihaknya sengaja meramu ikatan historis, dengan keindahan kekinian, keunggulan kuliner dan keramahtamahan Indonesia untuk mendorong warga Belgia datang berwisata.
Popularitas Indonesia sebagai destinasi wisata di masyarakat Belgia juga cenderung naik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Itu ditandai dengan semakin banyak biro perjalanan setempat, yang menjual paket liburan ke Indonesia, antara lain Vacans Oleil, Best Tours, BT Travel dan Go East.
Namun menurut Sekretaris I Protokol Konsuler Sigit Suryantoro Widiyanto, pihaknya kesulitan mendata berapa jumlah eksak total wisatawan Belgia yang ke Indonesia, karena sebagian besar memilih memanfaatkan layanan visa on arrival (visa kedatangan).
"Karena ada visa on arrival, penerbitan total indeks visa sejak 2007 terlihat menurun, yakni 3.384 (2007), 2684 (2008), 2664 (2009). Khusus Visa wisata 2369 (2007), 1851 (2008), 1924 (2009)," demikian Sigit.
Untuk melayani dan menjaring calon wisatawan sebanyak-banyaknya, stan Indonesia akan membuka Kedai Visa satu jam jadi khusus pada akhir pekan mendatang. "Untuk hari kerja masyarakat Belgia bisa mengurus visa secara online," demikian Priatna.
(es/es)










































