8 Pernyataan Sikap Facebooker Pendukung Sri Mulyani

8 Pernyataan Sikap Facebooker Pendukung Sri Mulyani

- detikFinance
Minggu, 21 Feb 2010 12:02 WIB
8 Pernyataan Sikap Facebooker Pendukung Sri Mulyani
Jakarta - Isu penyelamatan Bank Century (sekarang Bank Mutiara) yang dianggap keliru, dan telah merugikan bangsa Indonesia terus bergulir seperti bola panas. Menteri Keuangan, yang juga ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK), Sri Mulyani, dianggap oleh sebagian elemen masyarakat, bertanggung jawab. Bahkan Sri Mulyani dianggap koruptor dan maling uang rakyat.

Melalui situs jejaring sosial Facebook (FB), ternyata banyak juga masyarakat yang menyatakan dukungannya. Jumlahnya mencapai 97 ribu account member. Mereka bersepakat memberi dukungan moril kepada Sri Mulyani dalam Group FB KPI-SMI (Kami Percaya Integritas Sri Mulyani Indrawati).

"Tujuan pembentukan KPI-SMI untuk memberikan dukungan kepada beliau untuk tetap tabah, konsisten dan tidak tegar untuj terus mempertahankan kebenaran yang selama ini beliau pegang dan yakini," ujar Ketua KPI-SMI Azhanta dalam acara kopi darat Facebooker pendukung Sri Mulyani di Ibis Tamarin Jalan Wahid Hasyim Jakarta Minggu (21/2/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Facebooker yang berkumpul ini percayaΒ  bahwa SM telah banyak berjasa kepada negara Indonesia. Atas kerja Sri Mulyani, negara terhindar dari krisis yang menghancurkan sendi ekonomi.

"Beliau tidak sendiri dalam menghadapi tekanan yang harus dihadapi, dengan kebijakan yang telah diambil dalam penyelamatan Bank Century," tambah Gunawan, Wakil Ketua KPI-SMI asal Lampung.

Berikut 8 pernyataan sikap Facebooker KPI-SMI:
  1. Penyelamatan Bank Century yang dilakukan sejak November 2008, dengan menelan biaya hingga Rp 6,7 triliun adalah benar-benar tindakan yang tepat dan memang diperlukan pada saat itu.
  2. Tidak benar bahwa sejak November 2008 tidak terjadi ancaman krisis terhadap perekonomian Indonesia dan sistem perbankan nasional. Segala indikator perekonomian dengan jelas menunjukkan bahwa pada saat itu perekonomian nasional memang sedang berada di ambang krisis besar akibat imbas dari krisis yang melanda internasional.
  3. Ancaman krisis besar itu juga terlihat jelas dari pernyataan yang dikeluarkan oleh pengamat ekonomi/ahli, juga politisi DPR pada masa itu. Bahkan saat ini, tidak malu-malu menjilat ludahnya sendiri dengan menyatakan bahwa pada periode November 2008 itu tidak ada ancaman krisis.
  4. Penyelamatan Century jadi pilihan terbaik karena penyelamatan negara dapat diminimalkan (paling besar senilai neraca Bank Cenury Rp 15 triliun). Namun bila ditutup, maka akan terjadi krisis keuangan dan perbankan serta kerugian negara tidak terukur.
  5. Biaya total penyelamatan ternyata akhirnya "hanya" Rp 6,7 triliun bisa sangat dijustifikasi bila dibandingkan dengan dana yang diperlukan untuk melikuidasi Bank Century tersebut, sebesar Rp 6,4 triliun. Dengan perbedaan Rp 300 miliar, risiko terjadinya krisis yang luar biasa besar dapat dihindari.
  6. Berbagai tuduhan yang dilontarkan oleh banyak pihak terhadap Sri Mulyani dan Boediono dalam hal proses bailout Bank Century ini, hingga sekarang tidak ada satupun yang dapat dibuktikan. Tidak ada bukti sama sekali bahwa segala proses pengambilan kebijakan cacat hukum.
  7. Kami menolak keras upaya dari pihak-pihak manapun untuk mengkriminalisasi kebijakan yang telah diambil ketua KSSK dan Gubernur BI pada saat itu untuk menghindarkan bencana besar terhadap perekonomian nasional.
  8. Kami mendukung penuh upaya pengungkapan tindak kriminal sebelum, dalam dan setelah proses bailout Bank Century itu dilakukan. Untuk itu segala pihak hendaknya fokus pada proses hukum dan juga penelusuran aliran dana agar dana yang diduga digelapkan dalam kasus Century.
Β 
(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads