"Meskipun kami bukan saudara langsung, namun anak kosΒ juga menganggap, Prof Satmoko sebagai orang tua kita," ujar salah satu pendiri KPI SMI yang juga bertindak sebagai Ketua, Adzanta Bilhaqi saat ditemui detikFinance di hotel Ibis Tamarin Jalan Wahid Hasyim Jakarta Minggu (21/2/2010).
Ditambahkannya, ide yang bermula di Semarang ini kemudian disampaikan melalui situs jejaring sosial. Ternyata responnya luar biasa. Saat lahirnya grup ini pada tanggal 30 November 2009 hingga saat ini, jumlah anggotanya mencapai 97 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh pendukung Sri Mulyani bersepakat bahwa integritas dan pengabdian mantan ketua KSSK ini tidak merugikan bangsa, apalagi sampai korupsi. KPI SMI menyatakan, tidak ada kesalahan sedikitpun dalam kebijakan penyelamatan Bank Century pada Novemvber 2008 lalu.
"Kami percaya integritas beliau. Orang sepertinya sudah lupa kerja kerasnya yang membuat negara kita terhindar dari krisis yang dapat menghancurkan perekonomian dan membuat negara kita semakin terpuruk," ujarnya.
Menurutnya, memang tidak hanya Sri Mulyani saja yang KPI SMI dukung. Namun juga, siapa saja yang mempunyai integritas. Budiono yang namanya terseret dalam kasus Century juga siap didukung perkumpulan jejaring sosial ini.
"Siapapun akan kami dukung, yang penting punya integritas. Hidup integritas," teriak Rory, salah satu anggota KPI SMI.
Seluruh angoota KPI SMI ternyata belum pernah bertatap muka langsung dengan srikandi lulusan Universitas Indonesia (UI) ini. Namun tetap saja, dukungan terus mengalir dan bertambah.
"Sampai saat ini tidak ada bentuk lain, hanya di FB saja. Kita terus kumpulkan siapapun yang sepaham dengan KPI SMI," papar Rory.
Dan satu pesan penting lain yang diusung KPI SMI adalah, "Sri Mulyani tidak butuh kita. Tapi justru kita yang butuh Sri Mulyani. Dia dan Budiono sekalipun orang profesional dan bukan politikus, yang memikirkan jenjang karir," ucapnya disertai tepuk tangan seluruh anggota KPI SMI yang hadir.
Β
(wep/dro)











































