APBN 2010 Dibuat Secara Unik

APBN 2010 Dibuat Secara Unik

- detikFinance
Senin, 22 Feb 2010 10:12 WIB
APBN 2010 Dibuat Secara Unik
Jakarta - APBN 2010 dibuat dalam kondisi yang unik karena pembuat dan pelaksananya berbeda. APBN 2010 pun dibuat secara konservatif agar tidak menyusahkan pemerintahan baru.

Hal ini ditegaskan Menteri Keuangan ekonomi kepada wartawan dalam sambutannya pada acara Talk Show 'Membedah APBN 2010' di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Senin (22/2/2010).

Sri Mulyani menyampaikan APBN 2010 ini dibuat dalam kondisi yang unik sama dengan kondisi pembuatan APBN 2005. Hal ini disebabkan APBN tersebut dibuat pada masa transisi, di mana APBN dibuat oleh pemerintahan lama yang akan dilaksanakan pemerintahan baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada 2004 dan 2009 ini, APBN dibuat bersama DPR sebelum Pileg dan Pilpres. Jadi yang melaksanakan pemerintahan baru. Untuk tahun transisi ini kita melihat apa-apa yang dianggap pantas. Oleh karena itu, untuk tahun 2010, APBN yang sifatnya baseline, di mana perkiraan penerimanan dan belanja dibuat sekonservatif mungkin agar tidak memberatkan pemerintahan baru," jelasnya.

Dalam APBN 2010, Sri Mulyani menambahkan suasana krisis ekonomi global tahun 2008 masih menghantui dalam perumusannya.
Β 
"Konsekuensi 2008 tidak akan fade away. Dengan shalat, puasa mungkin masalahnya itu hilang tapi hanya di perasaan. Padahal masalahnya masih ada. Seperti bailout perbankan. Deviasi juga dianggap melanggar Undang-Undang dan saat ini melanggar UU konsekuensinya sangat berat," sindir Sri Mulyani.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani juga mengeluhkan wartawan yang selalu menanyakan hal yang sama setiap harinya mengenai pengaruh kebijakan terhadap APBN. Padahal, lanjutnya, APBN itu bersifat konstan karena pemerintah merencanakannya untuk 1 tahun ke depan.

"Ini bisa dikatakan konstan, makanya ada gap antara saya dengan wartawan karena mereka menanyakan setiap hari bagaimana kebijakan memengaruhi APBN," ujarnya.

Karena asumsi dalam APBN itu bersifat konstan, Sri Mulyani menilai perlunya menjaga confidence masyarakat karena tren yang terjadi dalam masyarakat itu bersifat dinamis.

"Ekonomi bukan ilmu pasti karena tren bersifat dinamis yang dapat memengaruhi confidence. Confidence itu nilainya Priceless. Itu sangat penting dijaga," tegasnya.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads