Pada perdagangan Senin (22/2/2010) di pasar Asia, kontrak utama minyak light sweet pengiriman Maret naik 63 sen menjadi US$ 80,44 per barel. Minyak Brent pengiriman April juga naik 61 sen menjadi US$ 78,80 per barel.
"Sentimennya cukup bullish saat ini karena adanya pemogokan di kilang di Prancis dan kekhawatiran seputar isu nuklir Iran," ujar Victor Shum, analis dari Purvin and Gertz seperti dikutip dari AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajemen Total pada Jumat, 19 Februari kemarin mengumumkan telah memulai penghentian sementara operasional kilang-kilangnya secara bertahap setelah serikat pekerja mengumumkan pemogokan di seluruh kilang di Prancis untuk memrotes penutupan kilang di Dunkirk. Total tercatat mensuplai setelah SPBU di Prancis.
Sentimen negatif datang dari kembali memanasnya situasi politik di Iran karena program nuklirnya. AS dan negara-negara sekutunya kembali menyerukan PBB untuk memberikan sanksi kepada Iran karena negara tersebut menolak untuk menghentikan program pengayaan nuklirnya.
Namun Shum menilai lonjakan harga minyak ini tidak akan bertahan lama karena suplai minyak mentah kini masih melebihi tingkat permintaan.
"Saya kira harga minyak tidak akan bertahan pada level ini. Banyak sekali cadangan dan kapasitas kilang yang masih besar," imbuhnya. (qom/dro)











































