"Bulan Juli nanti kita akan naikan sampai 52%," kata Chairman Bosowa Group, Erwin Aksa saat ditemui disela-sela peresmian tol JORR W1, Jakarta, Senin (22/2/2010).
Erwin menjelaskan untuk merealisasikan hal tersebut, maka Bosowa akan kembali melakukan penambahan modal hingga Rp 250 miliar yang sebagian besar dari dana internal. Sebelumnya Bosowa telah menyertakan modal hanya Rp 218 miliar dengan memiliki saham 25%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erwin menambahkan dengan masa konsesi selama 35 tahun, diharapkan selama 7-8 tahun pertama pihaknya bisa mengembalikan modal. Bosowa belum berencana melakukan penambahan investasi bidang tol, yang saat ini sudah mengoperasikan tol ruas tol di Makasar dan 2 ruas di Jakarta (W1 dan Bintaro).
"Kita belum memikirkan menggarap tol berikutnya, rata-rata investasi tol sekarang yang sudah ditenderkan terkendala soal tanah," katanya.
Seperti diketahui kepemilikan saham BLJ saat ini mayoritas dipegang oleh PT Bangun Tjipta Sarana 52%, Jasamarga 23% dan Bosowa Group 25%.
Dalam pembangunan jalan tol yang menelan dana Rp 1,22 triliun ini, Bank Mandiri bertindak sebagai pemimpin sindikasi kredit. Anggota sindikasi lainnya adalah Bank Bukopin, Bank DKI, dan Bank Panin masing-masing menyalurkan kredit sebesar Rp 100 miliar. Sisanya sebesar Rp 685 miliar berasal dari dana internal PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB).
Jalan Tol Kebon Jeruk - Penjaringan meliputi 4 Kecamatan yaitu: Kembangan, Cengkareng, Kalideres, dan Penjaringan. Jalan Tol ini memiliki 2 x 3 lajur dengan lebar total 30,6 meter dan 2 Interchange di Kebon Jeruk dan Penjaringan, serta memiliki Fly Over/Over Pass di Kebon Jeruk, Kembangan, Kali Angke, Rawa Buaya-Daan Mogot, Kamal, Kapuk, dan On/Off di Daan Mogot dan Kapuk Kamal.
(hen/qom)











































