"Kita pasti ikut tender. Nantinya harus patungan dengan swasta juga enggak apa-apa, sendiri juga oke," kata Direktur Utama KAI Ignasius Jonan usai penandatanganan kerjasama dengan PT Telkom Indonesia Tbk di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (23/2/2010).
Ia mengatakan, KAI juga berniat mencairkan utang untuk proyek tersebut jika nanti terpilih sebagai pemenang tender. Namun sayang, Jonan enggan menyebutkan nilai pinjaman yang akan dicari begitu juga porsi kas internal yang dianggarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan akan mengkaji ulang nilai investasi proyek kereta bandara Soekarno-Hatta. Nilai investasi akan disesuaikan dengan angka inflasi selama dua tahun terakhir.
Pengkajian itu dilakukan agar menyesuaikan dengan perkembangan komponen investasi seperti harga baja, fluktuasi nilai tukar dollar, dan perkembangan nilai inflasi.
Nilai investasi awal diperkirakan Rp 4,6 triliun. Jonan mengaku, pihaknya belum bisa melakukan perhitungan dana yang disiapkan. Pihaknya masih menunggu revisi nilai proyek tersebut dari pemerintah.
"Kita belum bisa hitung. Kita tunggu pemerintah dululah," ujarnya.
Kementerian Perhubungan juga mencatat pihak yang berniat mengikuti tender kereta bandara sebanyak tiga perusahaan yaitu Railink, Mitsui (Jepang), dan China Harbour (China).
(ang/dnl)










































