Padahal sebelumnya ada dua perusahaan, salah satunya Nusantara Incorporated, yang berminat akan bahan baku lempeng tembaga yang diproduksi Freeport. Namun karena mereka masih belum mempresentasikan kebutuhan konsentrat atas proyek yang akan berjalan, maka Freeport belum menambah porsinya untuk pasar dalam negeri.
Demikian disampaikan Presiden Direktur & CEO PT Freeport Indonesia Armando Mahler seusai penyerahan simbolis 2.200 artefak yang akan dipamerkan dalam World Expo Shanghai 2010, di Hanggar Cardik Bandara Halimperdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan Armando, pasar ekspor masih menjadi andalan Freeport dalam memasarkan konsentrat tembaga ini. Terlebih dalam tiga tahun mendatang, jumlah pasokan konsentrat (smelting) tembaga akan berkurang.
"Ekspor kita fokus ke sana (smelting), apalagi 2011, 2012, 2013 konsentrat akan berkurang dan pasokan smelting di dunia turun," ujarnya.
Atas rencana penambahan konsentrat tembaga untuk Nusantara Incorporated, perseroan masih menunggu proses seleksi lebih lanjut. Diakuinya, pihak Nusantara telah bertemu dengan Freeport, namun perseroan menantikan presentasi proyek-proyek yang akan mereka lakukan.
"Kalau bertemu sudah, tapi mereka belum balik lagi ke kita. Mereka harus lakukan presentasi proyek lebih detail. Mudah-mudahan bisa segera dan lakukan visited study," paparnya.
Sementara untuk pasar dalam negeri semuanya disalurkan ke Smelting Gresik, sebagai bahan baku produksi mereka. Jumlahnya berkisar 300-500 ribu ton per tahun.
Khusus Smelting Gresik, tidak ada penambahan pasokan dalam waktu dekat. Pasalnya kapasitas terpasang produksi mereka sudah berada di ambang batas atas.
"Itu kan kebutuhan domestik. Semua produk smelting ditampung di Gresik. Belum ada rencana penambahan, karena kapasitas terpasangnya saja sudah maksimal," imbuhnya. (wep/dnl)










































