Newmont juga kini masih menghitung nilai jual saham tersebut mengingat harga emas dan tembaga dunia sedang memuncak.
Penawaran tersebut akan dilakukan seminggu sebelum batas akhir penawaran 7 persen saham itu yang jatuh pada 31 Maret mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu disampaikan Martiono di sela acara syukuran peringatan 10 tahun operasi produksinya PT NNT, di lokasi tambang batu hijau, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (1/3/2010).
Martiono menyatakan pihaknya akan melakukan penyesuaian asumsi harga penjualan saham Newmont untuk harga divestasi 7 persen 2010 mengingat melonjaknya harga emas dan tembaga saat ini di pasaran internasional.
Selain karena kenaikan harga, lanjut Martiono, penyesuaian asumsi tersebut dilakukan karena dalam perhitungan selanjutnya cadangan baru di fase tujuh akan dimasukan.
"Mudah-mudahan fase 7 bisa masuk dalam perhitungan. Pada tahun lalu itukan belum masuk karena ijin pinjam pakai lahannya belum turun," ungkapnya.
Namun sayangnya Martiono enggan menyampaikan berapa harga jual 7 persen saham Newmont yang akan ditawarkannya.
"Saya belum bisa kasih tahu berapa," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Daerah Maju Bersaing (DMB), Andi Hadianto menyatakan pihaknya akan terus berupaya untuk memiliki 7 persen saham Newmont tahun 2010. Untuk mengakuisi tersebut pihaknya akan tetap bekerjasama dengan Multicapital.
"Kami minat ambil. Dananya dari Multicapital," ujarnya.
DMB merupakan perusahaan yang dimiliki tiga pemerintah daerah yaitu pemprov NTB, pemerintah kabupaten Sumbawa Barat dan Sumbawa. Dalam proses akusisi saham Newmont, DMB bekerja sama dengan Multicapital, anak usaha Bakrie membentuk usaha patungan yaitu PT Multi Daerah Bersaing. Saat ini, mereka telah resmi memiliki 17 persen saham di Newmont setelah pemerintah memilih menyerahkan saham jatah divestasinya ke perusahaan milik Bakrie tersebut ketimbang kepada PT Aneka Tambang Tbk.
(epi/qom)










































