Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (1/2/2010).
"Sementara untuk ekspor nonmigas Januari 2010 mencapai US$9,23 miliar, turun 14,87% dibanding Desember 2009, sedangkan dibanding ekspor Januari 2009 meningkat 47,61%," kata Rusman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekspor nonmigas terbesar pada Januari 2010 adalah ke Jepang sebesar US$1,32 miliar, disusul China US$1,01 miliar, dan Amerika Serikat US$997,7 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 36,01 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,05 miliar.
Kemudian untuk nilai impor Indonesia pada Januari 2010 mencapai US$9,54 miliar, naik 44,58% dibanding Januari 2009. Namun turun 7,35% jika dibanding Desember 2009.
Impor nonmigas Januari 2010 mencapai US$7,59 miliar naik sebesar US$2.266,9 juta atau 42,62% dibandingkan Januari 2009. Impor migas Januari 2010 mencapai US$1,96 miliar atau naik US$675,8 juta (52,74%) dibanding Januari 2009.
Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2010 yaitu golongan barang mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$1,43 miliar.
Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari 2010 masih ditempati oleh China dengan nilai US$1,41 miliar dengan pangsa 18,56%, diikuti Jepang US$1,07 miliar (14,12%), dan Singapura US$0,78 miliar (10,34 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,41% dan Uni Eropa sebesar 8,91%. (dnl/qom)











































