BPS: Rencana Ekspor Beras di 2010 Masih 'Tanda Tanya'

BPS: Rencana Ekspor Beras di 2010 Masih 'Tanda Tanya'

- detikFinance
Senin, 01 Mar 2010 13:31 WIB
Jakarta - Rencana Indonesia untuk melakukan ekspor beras di 2010 menjadi makin diragukan bisa terlaksana, karena produksi beras yang masih tersendat-sendat di awal tahun ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan, kelangsungan swasembada beras di tahun 2010 belum dapat dipastikan meskipun pertumbuhan produksi beras masih positif.

"Pertumbuhan beras masih positif jadi masih menjamin kelangsungan swasembeda beras. Tapi apa kita bisa mengekspor, itu yang menjadi pertanyaan yang belum ada jawabannya," ungkap Rusman di Kantor BPS, Jakarta, Senin (1/3/2010).'

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produksi beras yang tersendat di awal tahun ini terjadi karena panen padi bergeser waktunya dari Februari akibat adanya perubahan iklim (climate change).

"Februari biasanya sudah panen, mungkin karena climate change jadi bergeser ke Maret," ujar Rusman.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah bisa saja menyatakan persediaan beras masih mencukupi, tetapi Rusman menilai hal itu merupakan sia-sia karena harga beras itu merupakan masalah psikologis. Jadi selama panen belum terlihat masyarakat, maka harga beras tetap akan meningkat.

"Harga beras itu Januari naik 8%, Februari naik lagi 3%. Jadi, ini masalah psikologis saja kok. Panen itu kan sesuatu yang terlihat," katanya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads