8 Pabrik Sarung Tangan Karet Terancam Gulung Tikar

8 Pabrik Sarung Tangan Karet Terancam Gulung Tikar

- detikFinance
Selasa, 02 Mar 2010 11:19 WIB
Jakarta - Sebanyak delapan pabrik sarung tangan karet terancam gulung tikar menyusul rencana pemangkasan gas untuk sektor manufaktur oleh Perusahaan Gas Indonesia (PGN) sebesar 20%. Selama ini pabrik sarung tangan karet sudah menderita akibat seretnya pasokan gas dan suplai listrik.
Β 
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Industri Sarung Tangan Karet Indonesia Ahmad Safiun di sela-sela acara rakernas HIPMI, Selasa (2/3/2010).
Β 
"Kalau kita bicara produksi, kalau energinya turun, maka turun atau berhenti," katanya.
Β 
Ia menjelaskan saat ini hanya ada 8 pabrik sarung tangan karet yang masih berproduksi di bawah kapasitas 50% (utilisasi). Kedelapan pabrik itu di antaranya 7 pabrik di Medan Sumatera Utara dan 1 pabrik di Cibinong Bogor.
Β 
Padahal kata dia, pada tahun 2008 lalu pabrik sarung tangan karet yang masih beroperasi mencapai 12 pabrik namun karena seretnya pasokan gas maka 4 pabrik telah berhenti berproduksi. Sehingga total produksi kedelapan pabrik itu hanya mencapai 5 miliar potong atau turun drastis dari sebelumnya mencapai 12 miliar potong.
Β 
"Dengan pengurangan gas praktis produksi turun, sekarang saja utilisasi sudah di bawah 50%," katanya.
Β 
Selain itu, kata Safiun sektor industri sarung tangan karet juga mengalami gangguan pasokan listrik, maklum saja wilayah Medan sering menjadi langganan pemadaman listrik.
Β 
Ia juga heran, dengan kebutuhan gas tidak terlalu banyak namun kebutuhan gas untuk anggotanya terkatung-katung. Menurutnya sektor sarung tangan karet tidak akan berproduksi jika tidak ada pasokan gas.
Β 
"Kebutuhan gas kita cuma 5 mmscfd secara keseluruhan. Memang sedikit, tapi sedikit saja tidak dicukupi," keluhnya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads