Volume Impor Kedelai Turun 20% di 2010

Volume Impor Kedelai Turun 20% di 2010

- detikFinance
Rabu, 03 Mar 2010 11:22 WIB
Jakarta - Pemerintah akan mengimpor kedelai pada tahun ini sebesar 1 juta ton. Angka ini mengalami penurunan sekitar 20% dari impor tahun lalu yang berjumlah 1,2 juta ton.

"Kita masih import 1,2 juta ton tahun lalu. Kita akan genjot, semoga 1 musim tanam kita target bisa kurangi 200 ribu import," ujar Menteri Pertanian Suswono usai Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, pagi ini (3/3/2010).

Menurut Suswono, pemerintah akan terus mengusahakan pengurangan impor kedelai sebanyak 20% setiap tahun untuk mencapai swasembada kedelai pada tahun 2014. Untuk mengimbangi hal itu, pemerintah juga mengusahakan peningkatan produksi sebesar 20%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"2014 target swasembada kenaikan produksi 20% per tahun. Tiap tahun kita kurangi impor 20%," tegasnya.

Menurut Suswono, produksi kedelai saat ini baru mencapai 900 ribu ton. Padahal, kebutuhan masyarakat Indonesia untuk komoditas ini sebesar 2,1 juta ton. Untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai swasembada pangan, pihaknya akan memperluas lahan tanam untuk kedelai dan melakukan tanam silang dengan tanaman tebu.

"Akan ada upaya penambahan lahan baru. Untuk ke depan, kita akan mencoba menanam kedelai dengan tebu jadi istilahnya bule, 'tebu kedele'. Areal tebu dipanen terbuka dan ditanami kedelai. Kedua, kita bisa manfaatkan pada saat Perhutani tebang pohon, Hutan Tanaman Industri (HTI) ada area terbuka yang bisa digunakan," jelasnya.

Selain itu, Suswono menyatakan pemerintah akan membuka lahan baru untuk kedelai hingga 2 juta hektar, seperti di Aceh dan Jawa Timur.
Β 
"Jangka panjang kita akan buka akses baru untuk lahan kedelai misalnya Aceh, Jatim dan beberapa daerah lain, mudah-mudahan itu bisa kita dapatkan lahan 2 juta hektar. Tapi data dan lokasi kita belum tahu," ujar Suswono.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads