Direksi Indonesia Ferry Dirombak Karena Tidak Kompak

Direksi Indonesia Ferry Dirombak Karena Tidak Kompak

- detikFinance
Kamis, 04 Mar 2010 09:42 WIB
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung langkah Dewan Komisaris PT Indonesia Ferry ASDP untuk merombak seluruh jajaran direksinya. Salah satu alasan dilakukan hal itu karena tidak adanya kekompakkan di jajaran direksi saat ini.

"SK pemberhentiannya sudah ada. Alasan komisaris ini memang masuk akal. Salah satunya tidak ada kekompakkan di tingkat direksi," kata Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu saat dihubungi detikFinance, Kamis (4/3/2010).

Menurut Said, sebelumnya Dewan Komisaris Indonesia Ferry sudah melayangkan surat terkait perombakan direksi tersebut kepada Kementerian BUMN. Isi surat tersebut antara lain beberapa alasan dilakukannya perombakan tersebut. Dewan komisaris juga sudah melakukan konsultasi kepada Kementerian BUMN terlebih dahulu

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada beberapa alasan, saya lupa jumlahnya. Tapi semuanya masuk akal. Alasannya cukup untuk membuat mereka diberhentikan," kata Said.

Said menambahkan, masalah kurangnya harmonisasi di tingkat direksi tersebut pernah ditegur oleh Dewan Komisaris sejak lama, namun tidak ada hasilnya. Jajaran direksi tetap tidak kompak dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Said, bahkan Kementerian BUMN sendiri pernah melakukan teguran agar direksi Indonesia Ferry bekerja lebih kompak. "Tapi tetap saja sudah deadlock, akhirnya dirombak saja," jelasnya.

Ia menambahkan, Kementerian BUMN akan meminta perusahaan plat merah itu untuk segera menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) untu mengesahkan direksi baru. "Tapi (pemberhentian direksi) yang sekarang kan masih sementara, bisa saja nanti naik lagi," imbuhnya.

Sebanyak 4 direksi Indonesia Ferry memutuskan untuk mengundurkan diri, antara lain Direktur Operasi Pambudi Husodo, Direktur SDM Bonar Manurung, Direktur Usaha Johan Iskandar,danย  Direktur Usaha Pelabuhan Ultra Amiruddin.

Sementara dua direksi diberhentikan sementara oleh komisaris terkait dengan mundurnya 4 direksi tersebut, yaitu Direktur Utama Bambang Soerjanto dan Direktur Keuangan Made Sukarna. Pengunduran diri dan pemberhentian ini terkait dengan kisruh di internal perseroan.

Untuk mengisi kekosongan, dewan komisaris perusahaan pelat merah itu telah menunjuk pejabat sementara dalam posisi direksi itu. Para pejabat sementara itu di antaranya Direktur Utama Danang Baskoro, Direktur Keuangan Askolani, Direktur Teknik Basrowi, Direktur SDM Sulaiman, dan Direktur Usaha Ahmad Syukri.
(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads