Ketua Umum Apegti Natsir Mansyur mengatakan berdasarkan informasi yang ia dapat realisasi impor gula hingga awal Maret 2010 baru mencapai kurang lebih 60.000 ton yang berasal dari Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan PTPN X. Padahal kata dia, proses izin impor gula sudah berlangsung sejak awal Januari 2010.
"Kita siap-siap kekurangan gula," ucapnya di sela-sela acara pameran eco products, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (4/3/2010).
Ia juga mengatakan harga gula impor yang sudah masuk ke dalam negeri saat ini dinilai terlalu mahal. Natsri mencontohkan gula impor dijual Rp 9.600 per kg. Sedangkan harga gula rafinasi dalam negeri justru hanya Rp 9.150 per kg.
"Realisasi impor tidak akan sampai 500.000 (ton), paling-paling hanya 100.000 (ton)," katanya.
Natsir menambahkan, meski pada bulan April atau Mei telah terjadi musim giling di dalam negeri ia memperkirakan harga gula paling murah di tingkat konsumen minimal Rp 8.500 per kg, itupun jika ditopang oleh produksi yang cukup dan pasokan yang memadai.
"Jangan mimpi sekarang ini harga gula di bawah Rp 10.000," katanya.
(hen/dnl)
