Berau Coal Pasok Batubara PLTU Lati Hingga 2024

Berau Coal Pasok Batubara PLTU Lati Hingga 2024

Robert - detikFinance
Kamis, 04 Mar 2010 15:01 WIB
Samarinda - PT Berau Coal yang beroperasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan akan terus memasok kebutuhan batu bara di PLTU Lati, Berau, hingga 2024 mendatang. Setiap tahunnya, PLTU berkapasitas 2x7 Megawatt itu menghabiskan 70.000 ton batu bara.

Demikian dikatakan Presiden Direktur PT Berau Coal Didi Cahyanto kepada wartawan usai pencanangan pembangunan Boiler Batubara PLTU Lati yang kedua oleh Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak, di Berau, Kaltim, Rabu (3/3/2010).

"Sebenarnya dalam kontrak kami, PLTU Lati memerlukan 100.000 ton. Sebanyak itu pun (100.000 ton) kita masih sanggup memenuhinya," kata Didi Cahyanto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kontrak karya antara Pemkab Berau dan Berau Coal dilakukan sejak 2004 lalu. Pemkab membayar harga batubara sebesar nilai royalti yang dibayarkan Berau Coal ke pemerintah pusat sebagai perusahaan pemegang izin PKP2B.

"Royal kita kepada pemerintah adalah 13,5 persen dari total penjualan batubara kita," ujar Didi.

Pembangunan boiler batubara pada PLTU Lati yang berkapasitas 2x7 Megawatt (MW) ini dikelola swasta yaitu PT Indo Pusaka Berau. Boiler tersebut untuk mengantisipasi kekurangan pasokan daya listrik di Kabupaten Berau dan sekitarnya apabila dilakukan perawatan.

"Mengurangi pemadaman di Berau apabila kita lakukan perawatan boiler pertama," kata Direktur PT Indo Pusaka Berau Sugeng Triono kepada wartawan di lokasi PLTU Lati.

Pembangunan awal PLTU Lati dilakukan melalui kerjasama dengan PT PLN Wilayah Kaltim sejak 2003 lalu. Kebutuhan listrik di Kabupaten Berau mencapai 3,6 MW, setiap tahunnya kebutuhan listrik terus meningkat dengan persentase rata-rata 15 persen.

"Saat ini beban puncak mencapai 11 MW. Dalam artian terjadi peningkatan hingga 300 persen," ujar Sugeng.

Ditambahkan Sugeng, pembangunan boiler kali ini ditargetkan memakan waktu 10 bulan mendatang hingga akhir 2010. Boiler tersebut berkapasitas 40 ton per jam.

"Anggaran bersumber dari dana internal kami," terang Sugeng seraya enggan menyebutkan investasi yang ditanamkan perusahaannya.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads