Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam acara billateral meeting RI-Belanda, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (4/3/2010).
Mari mengatakan, selama periode 2004-2008 volume perdagangan bilateral terus meningkat rata-rata 17,4% per tahun. Namun pada tahun 2009 lalu, dampak krisis global telah memangkas kinerja perdagangan kedua negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini kata Mari, geliat ekspor produk Indonesia yang paling menonjol adalah produk sawit mentah atau crude palm oil (CPO), mengingat komoditas CPO yang masuk ke Eropa masuk melalui Rotterdam Belanda.
Mari menjelaskan, sesuai dengan hasil billateral meeting yang ke-20, kedua negara sepakat bekerjasama dalam bidang isu perubahan iklim (climate change), pariwisata dan transportasi. Selain itu, kedua negara juga sepakat meningkatkan perannya dalam perbaikain pasca krisis global dalam forum G-20.
"Kita juga sepakat mendorongΒ sektor usaha kecil dan menengah dengan program OVOP (one village one product)," katanya.
(hen/ang)











































