Ketua Umum IISIA Fazwar Bujang mengatakan, pabrik-pabrik baja tersebut umumnya hanya memproduksi baja dibawah 100.000 ton per tahun untuk jenis-jenis baja long product. Menurutnya alasan utama para pabrikan baja kecil China pindah ke Indonesia karena Indoneaia dianggap masih longgar terkait ketentuan lingkungan, keselamatan kerja dan lain-lain.
Ia mencontohkan, beberapa tempat seperti Cikupa, Tangerang, setidaknya lebih dari 20 pabrik semacam itu. Bahkan di lokasi-lokasi seperti Semarang, Surabaya dan Medan juga ditemukan pabrik yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tersebut, lanjut Fazwar, membuat pabrik kecil itu mencari lokasi baru daripada harus ditutup di negara asalnya. Fazwar memperkirakan, investasi satu pabrik tersebut umumnya tidak besar, masih dibawah US$ 10 juta.
"Potensi yang akan masuk lebih banyak," katanya.
Ia menambahkan, jumlah industri baja di China jumlahnya mencapai 1000 pabrik baja, mulai dari skala besar dengan produksi jutaan ton per tahun sampai skala kecil dengan produksi dibawah 600.000 ton per tahun. Saat ini produksi baja China mencapai 500 juta ton lebih atau hampir separuh produksi baja dunia.
(hen/ang)