RI Terancam Eksodus Pabrik Baja Abal-Abal Asal China

RI Terancam Eksodus Pabrik Baja Abal-Abal Asal China

- detikFinance
Jumat, 05 Mar 2010 14:14 WIB
Jakarta - Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) mewaspadai adanya tren relokasi besar-besaran pabrik baja skala kecil asal China. Para pabrikan baja tersebut umumnya melakukan proses produksi dengan teknologi rendah, dilakukan secara manual dan cenderung mengabaikan aspek keselamatan kerja dan lingkungan.

Ketua Umum IISIA Fazwar Bujang mengatakan, pabrik-pabrik baja tersebut umumnya hanya memproduksi baja dibawah 100.000 ton per tahun untuk jenis-jenis baja long product. Menurutnya alasan utama para pabrikan baja kecil China pindah ke Indonesia karena Indoneaia dianggap masih longgar terkait ketentuan lingkungan, keselamatan kerja dan lain-lain.

Ia mencontohkan, beberapa tempat seperti Cikupa, Tangerang, setidaknya lebih dari 20 pabrik semacam itu. Bahkan di lokasi-lokasi seperti Semarang, Surabaya dan Medan juga ditemukan pabrik yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah China sedang restrukturisasi industri bajanya, yang akan menutup pabrik-pabrik baja yang produksinya dibawah 600.000 per tahun karena tidak efisien dan menimbulkan polusi," jelas Fazwar disela-sela acara pengumuman struktur pengurusan IISIA di Gedung Krakatau Steel, Jakarta, Jumat (5/3/2010).

Kondisi tersebut, lanjut Fazwar, membuat pabrik kecil itu mencari lokasi baru daripada harus ditutup di negara asalnya. Fazwar memperkirakan, investasi satu pabrik tersebut umumnya tidak besar, masih dibawah US$ 10 juta.

"Potensi yang akan masuk lebih banyak," katanya.

Ia menambahkan, jumlah industri baja di China jumlahnya mencapai 1000 pabrik baja, mulai dari skala besar dengan produksi jutaan ton per tahun sampai skala kecil dengan produksi dibawah 600.000 ton per tahun. Saat ini produksi baja China mencapai 500 juta ton lebih atau hampir separuh produksi baja dunia.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads