Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, saham hasil divestasi PT Freeport Indonesia sebesar 9,36% itu layak dimiliki dua perusahaan plat merah itu jika memang ditawarkan ke Pemerintah.
"Kalau Freeport menawarkan saham 9,36% tersebut ke pemerintah saya pikir peluang tersebut akan dimanfaatkan. Kita memberikan peluang kepada BUMN terkait seperti Antam atau PTBA untuk membelinya," ujar Mustafa di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (05/02/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, hal yang menjadi fokus Kementrian BUMN saat ini yakni pihak Freeport yang telah menyepakati untuk pemerintah Indonesia mengirimkan satu perwakilan pemerintah pada jajaran komisaris di Freeport.
"Ini sangat bagus, pemerintah akan punya perwakilan resmi di Freeport apalagi selama ini sering terjadi communications gap antara Freeport dengan pemerintah. Saat ini Kementerian BUMN bersama-sama dengan Menteri Keuangan sedang menjajaki siapa yang pantas menjadi perwakilan pemerintah di Freeport," katanya.
Untuk calonnya sendiri, Mustafa melanjutkan, komisaris di Freeport tidak juga harus dari BUMN. Bisa saja diambil dari orang bukan BUMN, yang terpenting, tegas Mustafa, kinerjanya bagus dan bisa mewakili pemerintah.
"Seleksi tengah berjalan, muda-mudahan saat mereka RUPS pertengahan tahun ini, komisaris perwakilan pemerintah sudah ada," tutupnya.
(dru/ang)











































