"Setelah adanya kasus itu, kalau perlu semua produk diperiksa, juga sepatu," kata Ketua Umum Aprisindo Edy Widjanarko saat ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (5/3/2010)
Edy mengatakan, kurang lebih 3 tahun lalu pernah ada kasus terbakarnya kaki konsumen asal Amerika yang menggunakan sepatu China. Menurutnya, bahan alas sepatu yang menggunakan PVC (bahan plastik) ternyata mudah terbakar karena memakai PVC campuran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teknologi China bisa mencampuri 80% sampah, sedangkan sisanya 10% PVC murni. Mereka membuat bagusnya dengan coating," katanya.
Ia mengatakan, meski kasus-kasus mengganggu kesehatan maupun keamanan bagi produk sepatu jarang terjadi. Namun seharusnya tetap menjadi perhatian karena potensi ancaman gangguan keamanan konsumen tetap ada.
"Kalau kasus di Indonesia belum, mungkin karena masyarakatnya belum terlalu care," jelasnya.
(hen/ang)











































