"Kita mau kasih dari Bontang dan Tangguh," kata Kepala BP Migas R Priyono di Gedung Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (5/3/2010)
Namun sayangnya, penyaluran gas dari Tangguh dan Bontang tersebut ke para pelanggan PGN tersebut sepertinya tidak mungkin terealisasi dalam waktu dekat karena terganjalnya ketiadaan infrastruktur penyaluran gas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait keinginan PGN untuk memperpanjang kontrak pembelian gas dari lapangan ONWJ yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Priyono menyatakan hal tersebut tidak dapat dilakukan karena produksi gas dari lapangan tersebut sudah dialokasikan ke Pupuk Kujang dan PLN.
"Kalau kontraknya habis tinggal diperpanjang saja, tapi kalau gasnya tidak ada mau bagaimana? BP Migas terserah lebih penting mana ketahanan pangan dan listrik atau industri?" kata dia.
(epi/dnl)










































