Demikian salah satu butir kesimpulan hasil Rakernas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XIV 2010 di Batam. Rilis kesimpulan yang ditandatangani Ketua HIPMI Erwin Aksa ini detikcom terima melalui surat elektronik, Sabtu (6/3/2010).
"Perusahaan multinasional barat membutuhkan masa pemulihan sekitar 3-5 tahun ke depan. Dalam rentang waktu itu, perusahaan nasional dapat meningkatkan pangsa pasar dalam negeri dan dilanjutkan dengan ekpansi ke pasar internasional,” tegas Erwin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peluang emas lain adalah mengoptimalkan kesepakatan perdanganan bebas antara Cina dan ASEAN. Industri dan perusahaan nasional semakin berkesempatan untuk mengekspor barang dan komoditas produk mereka ke pasar Cina dan Asia Tenggara semakin terbuka lebar.
Demokratisasi politik dan desentralisasi pemerintahan menurut Erwi Aksa juga merupakan peluang emas. Desentralisasi yang efektif dan efisien pasti dapa menjadi pendorong pemerataan pembangunan ke daerah yang pada akhirnya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Maka sebelum melebarkan sayap ke pasar internasional, hendaknya produsen nasional sebaiknya mendominasi pasar dalam negeri terlebih dahulu. Ukuran pasar Indonesia yang begitu besar menjadikan setiap produsen berpeluang mencapai skala ekonomis yang cukup besar sehingga menurunkan ongkos produksi secara signifikan.
“Hal inilah yang dilakukan Cina secara agresif dalam dua dekade terakhir khususnya setelah menjadi anggota World Trade Organization,” tambah Sekjen HIPMI M Ridwan Mustofa.
(lh/lh)











































