Pemerintah Beri Insentif Industri Ramah Lingkungan

Pemerintah Beri Insentif Industri Ramah Lingkungan

- detikFinance
Minggu, 07 Mar 2010 11:44 WIB
Pemerintah Beri Insentif Industri Ramah Lingkungan
Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat berencana meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk memberikan insentif fiskal bagi produsen produk ramah lingkungan.

Hal ini ditegaskannya usai Pemberian Penghargaan Industri Hijau 2010 di Jakarta Convention Center, Sabtu (6/3/2010).

Kementerian Perindustrian telah memberikan penghargaan kepada industri yang ramah lingkungan. Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk insentif untuk industri yang menerapkan teknologi ramah lingkungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain harganya yang kompetitif, ecoproducts juga menawarkan kelebihan-kelebihan yang lain kepada konsumen seperti segi kesehatan lebih terjamin, kepuasan dalam pemakaian produk, serta ramah lingkungan," ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat di sela-sela acara Pemberian Penghargaan Industri Hijau 2010, Sabtu (6/3/2010).

Menurut Hidayat, di negara maju, sudah banyak perusahaan yang mendapatkan insentif karena menerapkan teknologi ramah lingkungan di perusahaannya. Dia berharap, sistem tersebut juga diterapkan di Indonesia.
 
"Mungkin untuk yang menang dikasih keringanan sebagai suatu apresiasi," ujarnya.
 
Oleh karena itu, Hidayat akan meminta Menteri Keuangan untuk memberikan insentif terkait produksi ramah lingkungan tersebut. Namun, dirinya belum memastikan bentuk insentif fiskal yang akan diberikannya.

"Pada waktunya, saya akan minta Menkeu agar mereka yang menjadi juara ini memperoleh insentif fiskal. Jangan bilang begitu (pajak), nanti ada yang merah kupingnya. Yang jelas bagi mereka yang menjuarai dan mempelopori eco products,” tegasnya.
 
Hidayat menambahkan pemberian penghargaan kali ini juga merupakan bentuk dari upaya pemerintah untuk mendorong industri menerapkan prinsip ramah lingkungan. Dengan penghargaan ini, lanjutnya, diharapkan produsen menyadari pentingnya produk ramah lingkungan. Hal ini disebabkan ketika kerusakan lingkungan terjadi, maka sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku mulai berkurang dan itu bisa memengaruhi kinerja perusahaan.
 
"Contohnya industri yang menggunakan bahan baku hasil hutan yang saat ini semakin berkurang karena terjadinya kerusakan hutan," ungkap dia.

Untuk penghargaan Industri Hijau 2010 ini, pemenangnya antara lain adalah PT Pupuk Kaltim, PT Semen Gresik, dan PT Krakatau Steel untuk kategori BUMN. Untuk kategori industri besar, pemenangnya adalah PT Holcim Indonesia, PT Riau Andalan Pulp and Paper, dan PT Tri Polyta Indonesia. Untuk kategori IKM adalah PT Ekanindya Karsa, Majestic Buana Group, dan AKAS.

 

 

(nia/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads