Pedagang mie dan bakso optimistis jika presiden yang pernah tinggal di Indonesia itu bersedia memakan bakso (Apmiso) maka akan mendongkrak citra bakso dan sekaligus mendongkrak omset pedagang mie dan bakso lokal yang saat ini mencapai triliunan rupiah per hari.
Ketua Umum Apmiso Trisetyo Budiman mengatakan dari total jumlah pedagang mie dan bakso di seluruh Tanah Air yang mencapai 4,5-5 juta pedagang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini belum dihitung dari produk pendukung bakso, seperti sumpit, mie, saus sambal, kecap, cuka dan lain-lain yang per harinya mencapai Rp 1,5 triliun,β
katanya saat dihubungi detikFinance, Senin (8/3/2010).
Menurutnya faktor Obama bisa menjadi magnet yang kuat terhadap branding produk bakso Indonesia. Sehingga perlu sedikit sentuhan dari pihak pemerintah untuk memberikan dukungan terkait rencana tersebut.
"Kami punya anggota 4,5-5 juta pedagang, kami berkepentingan mengangkat drajat dengan branding terhadap kedatangan Obama," tegasnya.
Bantah Klaim Bakso Berasal dari Indonesia Tri juga mengatakan pihaknya membantah terkait adanya kabar klaim Apmiso mengenai asal muasal bakso berasal dari Indonesia. Apmiso menyadari kalau bakso sudah dipekenalkan oleh orang-orang China pada masa kerajaan Majapahit maupun Sriwijaya ribuan tahun lalu.
Ia juga mengatakan konsep bakso itu sendiri dibanyak negara sudah dikenal sebagai meatball oleh negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, Australia, dan lain-lain, namun umumnya dalam hidangan negara-negara tadi bakso dicampur dengan sup. Sedangkan konsep bakso yang dikenal di Indonesia memakai campuran mie dan sebagainya yang justru berbeda dari negara lain.
"Bakso itu asalnya dari China, tapi soal dari mana asalnya tidak penting. Yang pasti bakso disukai oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia," jelasnya.
(hen/dnl)











































