Menurut Kepala BP Migas R Priyono, LNG tersebut merupakan bagian dari pengalihan LNG Tangguh sebesar 1,85 juta ton per tahun dari pembeli Sempra Energy Corp.
Sementara, sebesar 1,5 juta ton per tahun LNG BP Indonesia akan disalurkan ke LNG Floating Storage Receiving Terminal yang dibangun di Sumatera Utara dan Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Priyono berharap penjualan LNG ke perusahaan listrik asal Jepang tersebut dapat membantu investor mengembalikan investasinya dengan lebih cepat.
"Karena harga sedang bagus supaya kapitalnya bisa kembali dengan cepat. Harganya mendekati Bontang," ungkap dia.
Seperti diketahui, Proyek Tangguh memiliki kontrak jangka panjang untuk memasok 2,6 juta ton LNG per tahun selama 25 tahun ke terminal regasifikasi Fujian di China, 1,15 juta ton per tahun selama 25 tahun kepada K-Power dan Posco di Korea Selatan, dan kontrak fleksibel untuk memasok hingga 3,7 juta ton per tahun selama 20 tahun ke terminal regasifikasi LNG Sempra di California, Amerika Selatan.
Dalam kontrak penjualan gas Tangguh ke Sempra juga menyertakan klausul diversion. Maksudnya, pemerintah Indonesia melalui Beyond Petroleum (BP) selaku operator blok gas di wilayah Teluk Bintuni, Papua, tersebut bisa mengalihkan penjualan 50% gas yang menjadi jatah Sempra, ke pasar yang bisa memberikan harga lebih tinggi.
(epi/qom)
