Hal ini disampaikan Sandiaga dalam acara seminar Implementasi UMKM Berbasis Kompetensi Sebagai Pengembangan Ekonomi Lokal di Bandar Lampung, Selasa (8/3/2010).
"Sekarang jumlah wirausaha kita 0,18%, menurut saya Indonesia cukup 2%, kalau sudah masuk menjadi 5 ekonomi besar dunia tahun 2050 bisa mencapai di angka 5%," Jelas Sandiaga.
Menurutnya untuk takaran negara maju, jumlah wirausaha umumnya sudah di atas 5% dari penduduknya. Indonesia, lanjut Sandiaga, berpeluang mengalami pertumbuhan jumlah wirausahanya sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di atas 6% per tahun.
Ia mengatakan selama ini wirausaha Indonesia lebih banyak lahir karena proses terdesak karena imbas krisis, atau tidak banyak yang dilahirkan melalui meja akademis. Selain itu, budaya sebagai orang pekerja (pegawai) masih sangat dominan di masyarakat Indonesia.
"Saya tidak yakin kalau yang lahir lewat kecelakaan akan menjadi rule model bagi pengusaha ke depannya. Seharusnya pengusaha yang sukses itu lahir dari universitas," ucapnya.
Dikatakannya untuk menjadi pengusaha banyak jalan yang ditempuh, ada yang melalui proses bekerja dahulu sebagai pegawai lalu menjadi pengusaha atau langsung terjun berwirausaha. Ia mengingatkan banyak orang gagal jadi pengusaha karena sudah terlanjur keasikan dalam zona kenyamanan jadi orang gajian.
"Jangan sampai lebih dari 2 tahun (bekerja dengan orang), jadi harus disiplin," serunya.
Ia mengaku kalau dirinya saat ini tercipta sebagai wirausaha karena melalui proses kecelakaan yang banting setir dari seorang gajian hingga memilih puluhan usaha.
(hen/dnl)










































