Opsi lain yang disiapkan pemerintah untuk mengatasi defisit gas secara jangka pendek yaitu dengan memperketat peta suplai (pasokan) dan demand (permintaan) gas, dan juga membuat skala prioritas serta memutuskannya secara cepat.
"Kalau pasokan di dalam negeri masih kurang dan harga bagus, impor dimungkinkan," ujarΒ Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh di kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (10/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Evita Herawati Legowo menyatakan masalah defisit gas ditargetkan akan selesai pada bulan April mendatang. Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan opsi-opsi untuk atasi krisis gas tersebut.
"Saya belum bisa sampaikan apa saja opsi-opsinya, tapi yang jelas pasti ada penyelesaiannya," tandasnya.
Seperti diketahui, pasokan gas untuk industri manufaktur akan dipangkas hingga 20% untuk menyiasati kekurangan pasokan gas yang dialami PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Bagi industri yang tetap menggunakan gas diatas dari batas maksimal pemotongan maka akan dikenakan biaya surcharge harga gas.
(epi/dnl)











































