"Kami ingin sebelum expired Pertamina sudah masuk," ujar Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh di Kantor ESDM, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Meskipun Pertamina masuk sebelum kontrak berakhir, namun saat kontrak tersebut berakhir maka lapangan tersebut tetap harus dikembalikan ke negara dan tidak secara otomatis diperpanjang. Jika Total mengajukan permohonan perpanjangan, maka pemerintah akan mempertimbangkannya dengan prinsip yang membuat posisi Indonesia menjadi lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Pertamina memang sudah menyatakan minatnya untuk masuk ke Blok Mahakam. Untuk memuluskan niatnya BUMN Migas tersebut sudah melakukan pembicaraan secara business to business dengan Total terkait rencana itu. Pada tahap awal, Pertamina berKeinginan masuk sekira 17 persen. Kemudian setelah 2017 itu mau majority dan jadi operator,
Total E&P telah memiliki kontrak kerja Blok Mahakam sejak 31 Maret 1967. Kontrak itu akan berakhir pada 2017. Menurut data Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi, blok itu telah memproduksi 1,056 miliar barel minyak dan kondensat 12,7 triliun kaki kubik.
Total E&P telah mengeluarkan investasi US$ 13 miliar dengan pengeluaran US$ 19 miliar dan pendapatan bruto US$ 90 miliar. Bagi hasil untuk pemerintah senilai US$ 56 miliar selama 40 tahun. Blok Mahakam dikuasai oleh Total E&P 50 persen dan sisanya Inpex Corporation.
(epi/dnl)










































