"Kalau 25 BUMN itu harus persetujuan TPA (Tim Penilai Akhir), posisi direksi dan komisaris harus lewat TPA yang diketuai Presiden," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di acara Ulang Tahun Adhi Karya di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (10/3/2010) malam.
Ia berharap, rencana perombakan tersebut bisa rampung sebelum akhir tahun 2010 ini. Menurutnya, rata-rata perombakan dilakukan karena banyak masa jabatan direksi dan komisaris yang sudah habis dan sebagian malah ada yang masing kosong, seperti beberapa posisi komisaris PT Pertamina (Persero).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kementerian BUMN telah melakukan perombakan di jajaran Direksi PT PLN (Persero) dan Pertamina. Tidak lama lagi, beberapa direksi BUMN berskala besar akan habis masa jabatannya.
Beberapa direksi BUMN yang akan habis masa jabatannya tahun ini antara lain Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Agus Martowardojo, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sofyan Basir, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan masih banyak lagi.
"Tiap BUMN ini memang selalu ada saja yang harus diganti, karena habis masa kerjanya. Kalau bisa lanjut ya lanjut, kalau yang perlu diganti akan diganti," imbuhnya.
(ang/qom)











































