Sebagai generasi kedua Djarum, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono ternyata benar-benar seperti pepatah klasik itu. Keduanya berhasil mengembangkan kelompok usaha Djarum hingga menuju puncak.
Dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia versi Forbes yang baru saja diumumkan, duet Michael dan R. Budi Hartono lagi-lagi masuk di dalamnya. Keduanya berada di peringkat 258.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Michael kini berusia 70 tahun dan memiliki 4 orang anak, sedangkan adiknya Budi berusia 69 tahun dan memiliki 3 orang anak.
Menarik untuk disimak, dua orang terkaya di Indonesia ini tak pernah terlihat muncul di depan publik seperti pengusaha-pengusaha lainnya. Bahkan Forbes pun pernah salah menampilkan foto bos Djarum ini pada tahun 2009.
Konon, keduanya sering berkeliaran di depan publik, hanya saja tidak ada yang menyadari karena wajah dua konglomerat ini sangat misterius.
Kendati demikian, bisnis grup Djarum menggunung dan menggurita mulai dari bisnis intinya yaitu rokok, kemudian bank hingga properti. Dua bersaudara ini bahu membahu melakukan ekspansi.
Bisnis rokok Djarum dibangun oleh Oei Wie Gwam tahun 1951 di Kudus Jawa Tengah. Meski bukan perusahaan terbuka, rokok Djarum memiliki pangsa pasar ketiga di Indonesia setelah Sampoerna dan Gudang Garam.
Di sektor perbankan, Djarum memiliki mayoritas saham di Bank Central Asia (BCA) dan kini mengoperasikan Grand Indonesia, yang berada di jantung ibukota Jakarta.
Aset properti kelompok Djarum antara lain World Trade Center (WTC) di kawasan Mangga Dua, Hotel Padma di Bali, Hotel Malya Bandung.
Djarum kini tengah mempersiapkan generasi ketiga untuk memimpin kerajaan bisnis Djarum. Perkawinan antara sesama konglomerat pun tak terhindari. Generasi ketiga Djarum, Martin B. Hartono menikah dengan Grace L. Katuari anak Katuari dari kelompok usaha Wing.
Eddy William Katuari & keluarga juga tercatat dalam 100 besar orang terkaya di Indonesia. (dro/dnl)











































