Demikian disampaikan, Kepala Badan Geologi R Sukyar dalam jumpa pers World Geothermal 2010, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (10/3/2010).
"27.000 MW itu data sepuluh tahun lalu, sekarang sudah menjadi 28.000 MW. Jadi potensinya besar sekali, sekarang cadangan minyak kita hanya sebesar 6 miliar barel," ujar Sukyar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukyar menjelaskan, dari 28.000 MW tersebut hingga kini baru 1.198 MWÂ yang dimanfaatkan. Dalam kebijakan energi nasional, pemerintah menargetkan peningkatan penggunaan panas bumi di Indonesia akan meningkatkan pemanfaatan panas bumi menjadi sebesar 9.500 MW pada 2025.
Sukyar menyatakan, dalam proyek 10.000 MW tahap II tercatat akan dibangun 3.977 MW pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Dengan adanya tambahan tersebut berarti total PLTP yang beroperasi di Indonesia nantinya akan menjadi 5.000 MW.
"5.000 MW tersebut bisa menggantikandengan 2,4 miliar barel minyak," tandasnya.
(epi/dnl)










































