"Besok ada rapat di kantor Menko (Perekonomian), sikap kita harus batal TDL itu," kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno, di sela-sela acara IFFINA, Jakarta, Kamis (11/3/2010).
Ia mengatakan masalah TDL ini ibarat bumi dengan langit terkait isu free trade atau perdagangan bebas. Padahal seharusnya pemerintah mendorong daya saing industri dalam negeri bukan sebaliknya dengan kenaikan TDL, mengingat biaya listrik menjadi salah satu komponen daya saing.
"Kalau dinaikkan maka kontra produktif dalam menaikkan daya saing kita," jelasnya.
Ia menjelaskan komponen biaya listrik cukup besar di sektor tekstil dan produknya. Misalnya untuk sektor garmen atau pakaian jadi menelan biaya hingga 20%, sedangkan sektor hulunya hingga 50%.
Ia mengingatkan kepada pemerintah agar mempertimbangkan banyak hal terkait rencana kenaikan TDL, apalagi pada bulan Mei nanti akan ada peringatan hari buruh. Sehingga dikhawatirkan langkah tersebut akan membuat kerusuhan sosial, mengingat kenaikan TDL akan berimbas pada tenaga kerja.
Benny mengungkapkan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan PLN melalui Direktur Utama PLN Dahlan Iskan, bahwa masalah diversifikasi tarif bisa menjadi solusi masalah ini. Selain itu Benny mendesak agar kebijakan Daya Max dan Multiguna bagi industri segera dihapuskan karena terkesan menghalangi ekspansi industri.
"Dia tidak akan menaikkan TDL, atau bertahan kalau ada sumber energi yang diberikan kepada dia," katanya.
(hen/dnl)










































