Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, jumlah produksi komoditi perikanan Indonesia kalah jauh dibandingkan dengan China.
"Sekarang berpikir bagaimana di saat yang seperti ini kita lebih banyak menjual ke luar (negeri). Dan bagi saya sekarang membenahi ke dalam untuk menjual dengan harga yang kompetitif. China itu luar biasa, kita sekarang perbandingannya 1:5 sama China untuk komoditi perikanan," tuturnya di acara Agrinex International Expo, JCC Senayan, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pakan itu adalah komponen paling mahal. Pakan ikan ini membebani, untuk itu saya berusaha membuat di dalam negeri. Kita bikinnya itu dengan kelapa sawit yang kita jadikan serangga, namanya serangga bunga atau magot. Kita kasih nama magot," imbuhnya.
Fadel mengatakan, untuk ke depan dirinya akan membenahi semua komoditas perikanan Indonesia, sehingga mempunyai harga yang kompetitif untuk diekspor ke luar. Selama ini, menurut Fadel, harga ekspor perikanan Indonesia belum kompetitif karena tarif bea masuk yang diterapkan oleh negara-negara tujuan ekspor cukup tinggi.
(dnl/qom)











































