Masak Peringkat RI Lebih Rendah dari Vietnam?

Masak Peringkat RI Lebih Rendah dari Vietnam?

- detikFinance
Senin, 15 Mar 2010 13:26 WIB
Jakarta - Kenaikan peringkat Indonesia oleh Lembaga Pemeringkat, Standard & Poor's (S&P) tidak mengejutkan dan memang sudah seharusnya dilakukan. Sebelumnya, peringkat Indonesia hanya satu notch di bawah Vietnam.

"Kenaikan peringkat Indonesia dari 'BB-' menjadi 'BB' bukan sebuah kejutan," ujar ekonom dari Citigroup, Johanna Chua dalam review-nya yang dikutip detikFinance, Senin (15/3/2010).

Ia menjelaskan, S&P telah memberikan outlook 'positif' ke Indonesia sejak Oktober 2009 lalu dan lembaga tersebut telah mengikuti jejak lembaga pemeringkat lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fitch sebelumnya juga telah menaikkan peringkat Indonesia menjadi 'BB+' pada Januari 2010. Moody's juga telah menaikkan peringkat Indonesia menjadi Ba2 pada September 2009.

"Kami baru-baru ini juga telah memberikan catatan saat laporan tentang Vietnam, sebelum kenaikan peringkat ini, bahwa cukup mengejutkan S&P masih memberikan peringkat Indonesia satu notch di bawah Vietnam," urai Johanna.

Seperti diketahui, S&P telah menaikkan peringkat utang dengan mata uang asing (long-term foreign currency rating) Indonesia menjadi BB dari semula BB- dan peringkat utang dengan mata uang rupiah (long-term local currency) tetap di BB+. Outlook untuk kedua rating ini ditetapkan positif.

Sovereign Analyst Utama S&P untuk Indonesia, Agost Benard mengatakan, faktor utama peningkatan rating ini adalah rasio utang pemerintah yang secara bertahap terus membaik, peningkatan cadangan devisa yang menunjang penurunan tingkat kerentanan terhadap shock, disertai historikal pengelolaan kebijakan fiskal yang berhati-hati.

"Outlook positif itu merefleksikan ekspektasi perekonomian dan agenda reformasi akan meredakan masalah gangguan politik dengan cepat," jelas Johanna.

Johanna juga optimistis Indonesia dapat segera melewati peringkat Turki pada tahun ini. Peringkat Investasi diharapkan bisa diraih Indonesia pada 2011-2012. (qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads