"Kalau mampu jangan beli premium, pakai pertamax," sindirnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (15/3/2010).
Hatta menuturkan, akan sangat tidak adil jika masyarakat mampu tetap menikmati BBM bersubsidi. "Sedih kalau subsidi tapi 50%-nya untuk orang mampu," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya, kenaikan BBM ataupun TDL (Tarif Dasar Listrik), intinya bagi mereka yang mampu maka bayarlah sesuai harga keekonomian, jangan subsidi," katanya.
Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah belum berencana untuk menaikkan harga BBM sepanjang tahun ini. Asumsi yang menjadi bahan perhitungan pemerintah dalam menetapkan kenaikan harga BBM adalah harga jual minyak mentah Indonesia (ICP), nilai tukar rupiah, dan realisasi konsumsi BBM dalam APBN.
Dalam nota keuangan APBN 2010 disebutkan jika rata-rata ICP lebih tinggi US$ 1 per barel dari yang diasumsikan, maka defisit pada APBN 2010, diperkirakan akan bertambah hingga Rp 0,1 triliun.
Dengan demikian, jika ICP berada dalam level US$ 85 per barel sepanjang tahun 2010, maka defisit APBN 2010 akan melonjak sekitar Rp 1,5 triliun karena ada lonjakan US$ 10 per barel di atas asumsi awal yaitu US$ 65 per barel.
(nia/dnl)











































