Organisasi negara-negara produsen minyak, OPEC dalam pertemuannya di Wina memutuskan mempertahankan kuota produksinya yang sebesar 24,84 juta barel per hari.
Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan ketidakpastian kondisi makro ekonomi dan permintaan minyak dunia. OPEC akan mereview lagi kuota produksinya dalam pertemuan rutin di Wina, 14 Oktober mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
John Kilduffm analis dari Round Earth Capital mengatakan, keputusan OPEC tersebut memang memberikan support pada harga. Menurutnya, dengan harga minyak yang sudah di atas US$ 80 per barel, OPEC mestinya mulai membicarakan masalah kenaikan produksi.
"Dengan tidak melakukan apapun, menyebabkan pasar memberikan reaksi yang bullish terhadap kebijakan produksinya," jelas Kilduff seperti dikutip dari AFP, Kamis (18/3/2010).
Sementara analis dari Barclays Capital keputusan OPEC itu sepertinya untuk membuka peluang harga minyak naik lagi.
"Kami akan memperkirakan pasar akan mengartikan pertemuan itu sebagai lampu hijau untuk transaksi secara gradual dan berkelanjutan untuk konsolidasi harga minyak di kisaran US$ 80-90 per barel," jelasnya.
(qom/qom)










































