"Jam 11 ini kita akan rapat di Kantor Wapres untuk membahas soal Donggi Senoro," ujar Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (18/3/2010).
Karen berharap masalah proyek Donggi Senoro yang berlarut-larut ini bisa segera tuntas. Pemerintah sendiri sebelumnya menargetkan bisa memutuskan proyek ini pada Februari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Proyek Donggi-Senoro menjadi tak pasti karena ada perubahan alokasi gas dari semula untuk ekspor menjadi domestik. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Departemen ESDM kemudian memfasilitasi kesepakatan jual beli gas dari lapangan yang terletak di Sulawesi Tengah tersebut.
Hingga saat ini sudah ada tiga perusahaan nasional yang sudah menyatakan minatnya untuk menyerap 211 MMSCFD dari lapangan itu. Rencananya, Pupuk Sriwijaya akan membeli 91 MMSCFD, PLN sekitar 50 MMSCFD dan Panca Amara Utama sebanyak 70 MMSCFD. Sementara proyek Donggi-Senoro dirancang untuk dapat memproduksi gas sebanyak 335 MMSCFD.
(epi/qom)










































