"Kalau beberapa komoditas menunjukkan penurunan seperti beras. Kita mengharapkan untuk Maret ini, untuk month saja bisa sangat rendah, bahkan saya harapkan seperti yang kemarin akan ada deflasi," ungkap Sri Mulyani saat ditemui usai Rapat Koordinasi di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (19/3/2010).
Namun, Sri Mulyani menyatakan unuk tren inflasi year on year tahun 2010 ini cenderung naik karena harga komoditas cenderung naik dibandingkan tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah, lanjut Sri Mulyani, tetap akan menjaga inflasi sesuai target tahunan sebesar 5,7% pada 2010 dengan menjaga nilai tukar dan kebijakan moneter.
"Target inflasi tahunan mestinya bisa dijaga kalau nilai tukar bisa save dan kebijakan moneter tetap apropriate," tegasnya.
Seperti diketahui, BPS mencatat inflasi bulan Februari 2010 mencapai 0,3%. Untuk inflasi kumulatif Januari-Februari 2010 1,14%, sementara inflasi year on year pada Februari 2010 adalah 3,81%..
Terkait kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 15%, Sri Mulyani yakin tidak akan picu penambahan target inflasi tahun 2010 sebesar 5,7%. Hal ini karena target inflasi tahun ini dalam RAPBN-P yang sebesar 5,7% telah memasukkan perkiraan penambahan inflasi akibat kenaikan TDL.
"Inflasi tahun ini sudah (dimasukkan perkiraan penambahan inflasi akibat kenaikan TDL). TDL di bahas dengan dewan, untuk TDL masih kita lihat saja nanti," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas) Armida S. Alisjahbana. Menurutnya, angka 5,7% pada target inflasi 2010 tersebut telah memperhitungkan penambahan onflasi akibat kenaikan TDL.
"Sudah termasuk, jadi tidak ada tambahan. Sudah masuk, saya rasa Bu Menkeu sudah memasukkannya," tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menghitung kenaikan TDL akan memberikan penambahan inflasi sebesar 0,36%.
"Selanjutnya apakah prediksi sekarang sudah memperkirakan kenaikan TDL atau tidak? Kalau sudah, maka 5,7% sudah bisa terjadi tapi kalau diluar itu harus ada tambahan 0,36%," ujarnya.
(nia/qom)











































