Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Evita Herawati Legowo usai acara pelantikan pejabat struktural eselon II Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (22/3/2010).
"Kita hanya ingin sampaikan kepada mereka kalau kita akan membangun receiving terminal," ungkap Evita.
Menurut dia, pemerintah Korsel melalui perusahaan migasnya bisa ikut serta dalam tender Engineering, Procurement, Contruction (EPC) pembangunan proyek FSRT tersebut maupun ikut dalam perusahaan patungan (joint Venture Company) dengan perusahaan nasional dalam proyek tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Evita menyatakan, saat Indonesia memang membutuhkan lebih banyak FSRT untuk mendukung pemenuhan gas di dalam negeri. Untuk tahap awal, pemerintah akan membangun dua FSRT di Sumatera Utara dan Jawa Barat.
"Sumut perlu, Jabar perlu, Jawa Timur perlu, Bali juga perlu. Kemarin ada yang minta juga supaya di bangun di Sulawesi Selatan. Tapi Paling utama yang di Sumut dan Jabar," paparnya.
Selain itu, lanjut Evita, pihaknya juga akan meninjau ulang seluruh kerjasama yang sudah terjalin dengan pihak Korea Selatan.
"Semua kita akan review kerja sama yang ada," pungkasnya.
(epi/qom)











































