Demikian hal itu dikemukakan oleh Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir di Gudang Bulog Cirebon, Jawa Barat, Senin (22/3/2010).
"Ini sudah jadi warning bagi pemerintah. Dengan kondisi seperti ini harus dicari solusi yang baik. Kalau tidak sasaran tidak akan tercapai," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang kondisi alam ini yang sulit dikendalikan. BMKG sudah mengatakan akhir bulan Maret ini akan mulai musim kemarau," ujarnya.
Selain itu, sebaiknya pemerintah juga menyiapkan pangan alternatif pengganti beras. Pasalnya, tidak semua penduduk Indonesia merata mengkonsumsi beras, di beberapa daerah justru bahan pangan pokoknya jagung atau sagu.
"Bulog ini kan tersebar dimana-mana. Sebaiknya bahan pangan yang distok jangan hanya beras, arahnya bisa jagung atau sagu disesuaikan dengan daerahnya," imbuhnya.
Ia menambahkan, sulitnya target pangan nasional bisa tercapai tersebut sejalan dengan sulitnya kebutuhan pangan dunia. Beberapa negara di dunia juga mengalami hal yang sama saat ini.
"Kebutuhan pangan dunia naik 70 persen seiring dengan pertumbuhan 2,3 miliar jiwa di dunia," ujarnya.
Indonesia sebagai salah satu negara dengan kondisi pertanian yang cukup bagus seharusnya bisa meningkatkan produksi pangannya lebih baik lagi tahun ini.
(ang/qom)










































