India Ingin Beli 240.000 Ton Beras RI

India Ingin Beli 240.000 Ton Beras RI

- detikFinance
Senin, 22 Mar 2010 15:59 WIB
Cirebon - Salah satu koperasi asal India berniat membeli beras sebanyak 240.000 ton dari Indonesia untuk menutupi kebutuhan pangannya. Sayangnya,  belum ada pihak dari Indonesia yang bisa memenuhi permintaan dari India tersebut.

Menurut Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir, perwakilan dari India tersebut sudah menyampaikan minatnya dan hendak datang ke Indonesia pekan depan.

"Sekarang pihak mana yang punya stok banyak akan saya pertemukan dengan mereka (perwakilan India)," katanya di Gudang Bulog Cirebon, Jawa Barat, Senin (22/3/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, saat ini pihaknya belum juga menemukan pihak yang bisa memenuhi kebutuhan koperasi asal India tersebut. Jika memungkinkan, ia berharap Perum Bulog bisa memenuhi kebutuhan beras tersebut.

"Tapi Bulog juga harus hati-hati, jangan sampai kita jual tapi kebutuhan nasional tidak terpenuhi," katanya.

Keinginan India mengimpor beras India itu menjadi salah satu bukti kondisi pangan dunia yang mulai mengkhawatirkan. Padahal, lanjut Winarno, sebelumnya malah Indonesia yang membeli beras ke India karena kekurangan.

"Padahal beras India itu jelek, tapi dulu kita beli karena yang penting bisa makan. Sekarang malah sebaliknya, India nyari ke kita," ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini tidak hanya India saja yang mulai merasa kekurangan pangan dan berniat membeli dari Indonesia. Negara jiran yang juga membidik beras Indonesia adalah Singapura.

Namun, jumlahnya tidak besar, menurut Winarno hanya sekitar 40.000-50.000 ton saja. Yang harus diperhatikan, saat ini Indonesia belum memiliki aturan mengenai impor beras.

Seharusnya, kata dia, pemerintah memiliki aturan yang berlaku terhadap seluruh distributor beras yang menyatakan larangan mengekspor beras jika kebutuhan dalam negeri belum terpenuhi.

"Di kita itu enggak ada larangan. Dengan kondisi kita seperti ini harus mulai diperhitungkan. Jangan sampai kayak gas, kita kontrak jangka panjang nantinya malah kita harus impor," ujarnya.

Menanggapi penjualan beras ke luar negeri tersebut, Kepala Divre Bulog Jawa Barat Abdul Karim mengatakan, saat ini Bulog akan berkonsentrasi untuk pemenuhan beras dalam negeri terlebih dahulu.

"Bagaimana bisa kita lepas (ekspor) kalau dalam negeri belum terpenuhi kan," jelasnya.

(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads