"Yang penting berilah kesempatan, tidak ada teknologi yang tidak bisa dikuasai, karena kita bisa kerjasama dengan yang sudah bisa lebih maju lagi," kata Presiden Direktur Wiratman & Associates Multidiciplinary Consultants Wiratman Wangsadinata dalam acara forum diskusi transformasi konstruksi di Hotel Ambhara, Jakarta, Senin (22/3/2010).
Wiratman menegaskan masalah teknologi yang dimiliki oleh perusahaan jasa konstruksi lokal bukan menjadi masalah. Pada era globalisasi saat ini, masalah teknologi sangat mudah untuk alih teknologi dengan negara-negara lain, asalkan diberikan kesempatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Arief mengharapkan kerjasama jasa konstruksi dengan asing tidak hanya terjadi terhadap proyek-proyek konstruksi yang ada di dalam negeri, namun diharapkan bisa berlanjut dan bersinergi ke proyek-proyek di negara-negara lain di luar Indonesia.
"Bagaimana kerjasama itu bisa membaawa kerjasama kontraktor ke dunia ketiga," ucapnya.
Pakar Konstruksi UGM Mudrajad Kuncoro menambahkan sektor konstruksi menempati posisi ke-5 dalam pembagian sektor ekonomi pada tahun 2005 lalu. Sektor ini telah berkontribusi 7-8% terhadap PDB. Sedangkan semenjak tahun 2007 hingga saat ini, sektor konstruksi justru menempati posisi ke-6, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 7%-10%.
Mudrajad menambahkan, Indonesia relatif masih cukup bagus dibandingkan dengan negara-negara lainnya terutama pada saat krisis lalu. Pasalnya, proyek-proyek infrastruktur yang melibatkan pelaku konstruksi masih berjalan.
"Ini menarik di tengah krisis kita masih membanguan infrastruktur masih membangaun jembatan dan lainnya," kata Mudrajad.
(hen/dnl)










































