Jasa Konstruksi Lokal Merasa Dianaktirikan

Jasa Konstruksi Lokal Merasa Dianaktirikan

- detikFinance
Senin, 22 Mar 2010 18:04 WIB
Jakarta - Pelaku usaha jasa konstruksi lokal mengharapkan agar sektor jasa konstruksi dalam negeri diberikan kesempatan utama dalam setiap proyek-proyek konstruksi di dalam negeri. Pemerintah diharapkan membuat regulasi yang bisa membuka kesempatan lebar-lebar bagi pelaku jasa konstruksi lokal.

"Yang penting berilah kesempatan, tidak ada teknologi yang tidak bisa dikuasai, karena kita bisa kerjasama dengan yang sudah bisa lebih maju lagi," kata Presiden Direktur Wiratman & Associates Multidiciplinary Consultants Wiratman Wangsadinata dalam acara forum diskusi transformasi konstruksi di Hotel Ambhara, Jakarta, Senin (22/3/2010).

Wiratman menegaskan masalah teknologi yang dimiliki oleh perusahaan jasa konstruksi lokal bukan menjadi masalah. Pada era globalisasi saat ini, masalah teknologi sangat mudah untuk alih teknologi dengan negara-negara lain, asalkan diberikan kesempatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu Kepala Bidang Sarana Usaha Pusat Pembinaan Usaha Konstruksi, Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Rachman Arief Diena Putra mengatakan masuknya pelaku jasa konstruksi asing ke dalam negeri tidak bisa dihindari. Pelaku konstruksi dalam negeri bisa bersinergi dengan pelaku asing, seperti yang telah dilakukan dengan pelaku jasa konstruksi asal China.

Namun Arief mengharapkan kerjasama jasa konstruksi dengan asing tidak hanya terjadi terhadap proyek-proyek konstruksi yang ada di dalam negeri, namun diharapkan bisa berlanjut dan bersinergi ke proyek-proyek di negara-negara lain di luar Indonesia.

"Bagaimana kerjasama itu bisa membaawa kerjasama kontraktor ke dunia ketiga," ucapnya.

Pakar Konstruksi UGM Mudrajad Kuncoro menambahkan sektor konstruksi menempati posisi ke-5 dalam pembagian sektor ekonomi  pada tahun 2005 lalu. Sektor ini telah berkontribusi 7-8% terhadap PDB. Sedangkan semenjak tahun 2007 hingga saat ini, sektor konstruksi justru menempati posisi ke-6, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 7%-10%.

Mudrajad menambahkan, Indonesia relatif masih cukup bagus dibandingkan dengan negara-negara lainnya terutama pada saat krisis lalu. Pasalnya, proyek-proyek infrastruktur yang melibatkan pelaku konstruksi masih berjalan.

"Ini menarik di tengah krisis kita masih membanguan infrastruktur masih membangaun jembatan dan lainnya," kata Mudrajad.

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads