Audit Utang Negara, BPK Undang 12 Negara

Audit Utang Negara, BPK Undang 12 Negara

- detikFinance
Selasa, 23 Mar 2010 09:39 WIB
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengadakan pertemuan rutin bersama 12 negara untuk membahas mengenai audit manajemen utang negara. Public Debt Management Audit atau Audit Manajemen Utang Negara merupakan area audit yang diprioritaskan oleh International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI).

Ketua BPK Hadi Poernomo mengatakan BPK memfokuskan manajemen utang negara karena di lndonesia, utang negara adalah salah satu sumber yang digunakan untuk mendanai belanja pemerintah.

"Nilai realisasi pembiayaan netto melalui utang negara setiap tahunnya rata-rata 12% dari total belanja pemerintah yang tercantum dalam realisasi APBN," ujar Hadi dalam pembukaan acara Audit Planning Meeting INTOSAI Development Initiative (IDI) Transregional Programme For Public Debt Management Audit (IDI-TPDMA) di Hotel Crown Plaza, Jakarta, Selasa (23/3/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

INTOSAI merupakan payung organisasi komunitas pemeriksa eksternal pemerintah. Sedangkan IDI adalah organisasi non profit yang bertujuan untuk membangun kapasitas lembaga pemeriksa di negara-negara berkembang.

Hadi menambahkan, acara ini merupakan bagian program capacity building IDI di bidang Public Debt Management Audit dimana BPK Rl ikut serta sejak 2009.

IDI mengadakan program-program pengembangan kapasitas di bidang utang negara di berbagai wilayah INTOSAI, yang dikenal dengan sebutan ID Transregional Programme for Public Debt Management Audit.

Program ini menggunakan e-learning dari United Nations lnstitute for Training and Research (UNITAR) dan bertindak sebagai mentor adalah para ahli dari INTOSAI Public Debt Working Group (PDWG) dan the Debt Management and Financial Analysis System (DMFAS) program of United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).

"Pertemuan kali ini memiliki dua tujuan yaitu pertama yakni menyiapkan draft pedoman rencana audit untuk public debt management audit dan rencananya akan dikelola oleh masing-masing lembaga pemeriksa," jelas Hadi.

Kedua, lanjut Hadi yakni menerima komentar dan masukan dari SAI lain dan para ahli atas rencana audit mereka.

Pertemuan diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari tiga orang IDI Administrator, ahli dari US GAO, World Bank, dan ahli dari UNCTAD serta wakil dari SAI dari 12 negara seperti Filipina, Rumania, Pakistan, dan Ukraina.

Lebih lanjut Hadi mengatakan, nantinya hasil dari program tersebut adalah suatu pedoman audit atas manajemen utang negara yang berstandar Internasional yang akan diadopsi oleh masing-masing negara peserta.

"Pedoman audit yang dihasilkan tersebut dapat menciptakan dasar yang kuat bagi pelaksanaan audit manajemen utang negara," tandasnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads