Bulog Jateng Siap Serap 500 Ribu Ton Beras

Bulog Jateng Siap Serap 500 Ribu Ton Beras

- detikFinance
Selasa, 23 Mar 2010 12:47 WIB
Tegal - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Jawa Tengah (Divre Jateng) menargetkan bisa menyerap beras sebanyak 500.000 ton untuk tahun 2010. Angka ini turun dari penyerapan beras tahun 2009 lalu yang mencapai 649.032 ton.

Menurut Kabid Administrasi, Keuangan, dan SDM Bulog Divre Jateng Norpansyah, selain karena penyesuaian dengan produksi, penurunan itu juga karena saat ini Bulog masih memiliki cadangan beras sebanyak 185.220 ton.

"Stok tahun lalu masih besar, jadi tahun ini tidak perlu menyerap banyak. Kita sesuaikan saja," katanya di Gudang Bulog Larangan, Jalan Raya Larangan, Tegal, Jawa Tengah, Selasa (23/3/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, stok beras yang dimiliki Bulog Divre Jateng tersebut diperkirakan akan mencukupi selama 4-5 bulan ke depan. Saat ini, kapasitas gudang Bulog Jateng mencapai sekitar 400.000 ton.

Menurutnya, hingga 18 Maret lalu, pengadaan gabah dan beras Bulog Divre Jateng masih rendah, beras hanya 10.280 ton dan gabah hanya 10.449 ton.

Ia optimistis target tersebut bisa tercapai karena tahun ini diperkirakan areal panen, penggilingan, bahan dan harga beras akan dalam kondisi yang bagus.

"Sisa target 500.000 ton itu sekitar 50-60 persen akan dipenuhi dari panen raya yang akan datang sebentar lagi," imbuhnya.

Sementara sisa target tersebut akan dikejar seiring dengan berjalannya waktu hingga akhir tahun 2010. Hingga akhir tahun 2009 lalu, Bulog Divre Jateng telah menyerap beras sebanyak 649.032 ton, di antaranya gabah 82.250 ton dan beras 597.266 ton.

Sementara itu, menurut Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Siti Yamroh Suudi, target tersebut bisa dikejar dengan catatan para petani dan mitra langsung melakukan penjualan kepada Bulog setelah panen raya.

"April ini mungkin sudah panen raya. Target itu bisa tercapai kalau panen raya cepat-cepat Bulog ambil. Kalau tidak cepat nanti sulit membeli karena harga keburu naik," katanya.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads