"Sekarang pentingnya untuk apa?," kata Mudrajad Kuncoro pakar konstruksi UGM saat dihubungi detikFinance, Selasa (23/3/2010).
Mudrajad menegaskan sebagai sebuah mega proyek yang digalang swasta, seharusnya Menara Jakarta bisa memberikan multiplier effect bagi ekonomi khususnya Jakarta. Ia juga mengatakan dari sisi marketing peruntukan Menara Jakarta harus menargetkan segmen pasar tertentu, mengingat kata dia pembangunan perkantoran, mal, restoran, dan lain-lain sudah banyak di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun ia mengakui ide membangun menara tinggi di Indonesia tidak terlepas dari keinginan-keinginan untuk membuat ikon dan kebanggaan wilayah. Mudrajad mencontohkan pembangunan menara kembar Petronas di Malaysia oleh Mahatir Muhammad demi ikon dan kebanggaan Malaysia.
"Orang miskin memang butuh kebanggaan juga,"kata Mudrajad tertawa.
Dikatakannya setiap pembangunan-pembangunan mega proyek dalam setiap sejarah Indonesia pada awalnya selalu dihadapkan dengan kontroversi dengan segala plus minusnya. Kasus pembangunan Taman Mini, Monas, waduk-waduk besar justru dilakukan saat Indonesia belum memiliki apa-apa dan pada awalnya ditentang.
"Yang perlu dipertanyakan lagi adalah kenapa dibangunnya harus di Jakarta, kenapa tidak di tempat lain," katanya.
Pembangunan Menara Jakarta, sudah bergulir kembali sejak Januari 2010 lalu, rencananya tahun 2012 nanti pembangunan sudah selesai. Menara yang akan berdiri setinggi 588 meter itu rencananya akan dilengkapi dengan perkantoran, mal, restoran mewah, hotel, menara telekomunikasi, dan lain-lain berdiri di kawasan Kemayoran.
(hen/dnl)











































