Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar menegaskan wacana pembangunan menara BUMN yang akan digarap oleh beberapa perusahaan pelat merah bukanlah sebuah program pemerintah. Rencana pembangunan menara yang rencananya akan menandingi Menara Petronas Malaysia itu sepenuhnya diserahkan kepada para BUMN.
"Kalau memang berat dan belum waktunya nggak apa-apa, ini bukan program," katanya singkat saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (24/3/2010)
Mustafa menyatakan, rencana pembangunan menara tinggi itu hanyalah lontaran ide saja, bukan sebagai instruksi pemerintah. Jika para BUMN bersedia dan menggapnya layak untuk dikerjakan, maka pemerintah akan mendukung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Mustafa berangan-angan seluruh perusahaan pelat merah bisa membangun sebuah menara layaknya menara Petronas di Malaysia. Menara bersama itu diharapkan bisa dibangun dari dana patungan seluruh BUMN yang saat ini berjumlah sekitar 140 perusahaan.
Mustafa memberikan tantangan ini kepada seluruh perusahaan pelat merah yang ada saat ini. Ia mengharapkan pembangunan menara ini tidak hanya jadi wacana tetapi bisa terealisasi di kemudian hari.
Menara BUMN yang rencananya dibangun untuk menyaingi menara Petronas didirikan sebagai lokasi sinergi perusahaan plat merah. Pembangunan menara saingan Petronas itu bukan semata-mata untuk kebanggan pemerintah dan BUMN saja tetapi diharapkan bisa menjadi kebanggan rakyat Indonesia.
Sedikitnya sudah ada 4 perusahaan plat merah yang menyatakan minatnya untuk membangun menara tersebut, antara lain PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Pertamina (Persero), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).
(hen/ang)











































