Proyek Komuter KA Jakarta Kembali Ditawarkan ke Korea

Proyek Komuter KA Jakarta Kembali Ditawarkan ke Korea

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 24 Mar 2010 13:12 WIB
Jakarta - Pemerintah akan kembali menghidupkan proyek komuter kereta api (KA) Jakarta yang merupakan proyek transportasi massal KA terintegrasi mengelilingi DKI Jakarta. Proyek tersebut akan ditawarkan kembali kepada investor Korea Selatan dalam forum Indonesia-Korea 25-26 Maret 2010 di Korea.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, studi mengenai proyek komuter KA tersebut telah selesai, proyek ini pun sebelumnya telah dibicarakan oleh pihak Korea pada tahun 2007 lalu. Hatta menambahkan pihak Gubernur DKI Jakarta  juga sudah meminta untuk itu dibicarakan kembali dalam forum esok lusa.

"Kita ingin tanyakan mereka apakah akan melanjutkan itu," kata Hatta saat ditemui di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (24/3/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hatta rencananya akan terbang ke Korea untuk mengikuti acara forum Indonesia-Korea  tahun 2010, yang saat ini sudah memasuki pertemuan yang ke-3. Khusus untuk forum bidang transfortasi memasuki pertemuan kedua setelah sebelumnya di tahun 2007 telah berlangsung.

Menurutnya, proyek komuter tersebut akan lebih mudah terealisasi sejalan banyaknya perubahan yang telah dilakukan Indonesia diantaranya sudah adanya UU mengenai kereta api.

Menurut Hatta, pemerintah ingin menghidupkan kembali proyek komuter di dalam kota, yang selama ini rute KA Jabodetabek  masih berhenti disatu sisi. Dengan adanya proyek komuter maka akan disambungkan secara terintegrasi.

"Gubernur DKI sudah minta pada saya untuk kita bicarakan itu, studinya sudah dilakukan juga oleh Korea pada waktu itu. Itu kita minta mereka bekerjasama dengan PT Kereta Api juga," katanya.

Ia menjelaskan, forum dengan Korea yang terdiri dari 8 kelompok kerja itu bertujuan untuk mengenjot investasi Korea di bidang manufaktur. Selain itu untuk meningkatkan volume perdagangan kedua negara dan kerjasama di industri stategis.

"Itu adalah program yang kita harapkan ada realisasinya. Termasuk juga kita akan bicarakan investasi Posco di baja, kapal dan industri  strategis," katanya.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads