Hal tersebut disampaikan Andrew Colquhoun, Direktur Pemeringkatan Utang Negara untuk Kawasan Asia Fitch Ratings dalam pertemuan dengan sejumlah investor di Jakarta, Rabu (24/3/2010).
Fitch pada Januari 2009 telah menaikkan peringkat utang Indonesia ke 'BB+', satu peringkat di bawah peringkat investasi (investment grade). Perbaikan peringkat ini merupakan pengakuan dari adanya perbaikan risiko kredit yang dilakukan melalui disiplin fiskal dan penurunan rasio utang. Prospek peringkat utang Indonesia adalah Stabil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengatakan adanya potensi perbaikan kondisi negara-negara Asia sehingga terbuka peluang kenaikan peringkat utangnya.
"Kawasan Asia mampu melewati krisis dengan lebih baik apabila dibandingkan dengan kawasan-kawasan lainnya. Sebagian dari kemampuan ini merupakan cerminan perbaikan fundamental kredit yang telah dilakukan sebelum krisis yang secara umum mendukung prospek peringkat utang dari negara-negara di kawasan Asia", paparnya.
Dampak krisis ekonomi global terhadap ekonomi di kawasan Asia Tenggara nampaknya lebih terbatas. Fitch menilai kinerja sebagian besar bank di negara-negara kawasan ini relatif tahan terhadap guncangan kondisi ekonomi.
Β
"Meskipun kualitas aset sedikit menurun dan biaya kredit meningkat secara moderat, namun laba sebelum pencadangan kredit mampu menyerap kenaikan biaya-biaya tersebut tanpa mempengaruhi posisi permodalan bank," kata Ambreesh Srivastava, Direktur Senior Pemeringkatan Institusi Keuangan Fitch untuk kawasan Asia.
Bahkan peringkat utang beberapa bank di Indonesia juga meningkat menyusul peningkatan peringkat utang Indonesia di bulan Januari 2010.
"Meskipun upaya peningkatan permodalan untuk membiayai pertumbuhan kredit dan memenuhi peraturan permodalan yang lebih kompek di masa mendatang masih mengalami beberapa kendala, namun prospek ekonomi makro yang lebih membaik akan menjadi faktor pendukung bagi kinerja perbankan," tambah Srivastava lagi. (qom/dnl)











































